Branded Medicine

 

Serbuk Injeksi

 

Komposisi

  • Tiap vial 1 g mengandung:

Serbuk kering steril Cefpirome 1 g

  • Tiap vial 2 g mengandung:

Serbuk kering steril Cefpirome 2 g

CEFRIN adalah bentuk serbuk steril untuk direkonstitusi dalam vial untuk injeksi IV.

 

Aksi Farmakologi

Farmakodinamik

CEFRIN adalah antibiotik golongan sefalosporin generasi ke-4 yang bersifat bakterisidal dan tahan terhadap enzim β-laktamase. Cincin β-laktamnya bekerja dengan cara mengganggu sintesis polimer dinding sel bakteri, yaitu peptidoglikan. Sifat bakterisidalnya pada konsentrasi rendah melawan bakteri patogen gram negatif dan positif karena CEFRIN dapat masuk dengan cepat ke dalam dinding sel bakteri dan memiliki afinitas yang tinggi untuk berikatan dengan enzim target (ikatan penisilin-protein).

Terbukti dengan sejumlah studi in vitro di rumah sakit serta komunitas dimana ditemukan bakteri patogen di seluruh dunia, dan studi-studi tersebut memperlihatkan tidak adanya perubahan pada sensitivitas. Banyak strain bakteri yang resistan terhadap sefalosporin atau aminoglikosida, ternyata sensitif terhadap cefpirome.

Aktivitas cefpirome terhadap:

Bakteri gram negatif:

  • Enterobacteriaceae

Cefpirome memiliki aktivitas yang sangat baik dalam melawan bakteri Enterobacteriaceae, seperti: Citrobacter diversus, Enterobacter aerogenes, Escherichia coli, Klebsiella oxytoca, K. pneumoniae, P. vulgaris, Providencia spp. dan Serratia marcescens.

  • Salmonella spp., Shigella spp., Yersinia enterocolitica dan Vibrio cholerae.

Cefpirome memiliki aktivitas sedang melawan bakteri non fermentatif seerti Pseudomonas aeruginosa.

Bakteri gram positif:

  • Staphylococci (Staphylococcus aureus sensitif terhadap metisilin dan Staphylococci koagulase negatif).

  • Streptococci (Streptococcus pneumoniae, S. agalactiae, S. pyogenes). Secara invitro, cefpirome memperlihatkan efek sinergis dengan glycopeptides dalam melawan S. pneumoniae yang sensitif terhadap penisilin.

  • Enterococci (beberapa strain Enterococcus faecalis).

Organisme anaerobik:

Bacteroides spp. dan Clostridium difficile (C. perfringens) dan Peptostreptococcus species.

 

Farmakokinetik

Konsentrasi plasma puncak (Cmax) dan area under curve (AUC) meningkat pada dosis tunggal setelah pemberian IV atau IM dari cefpirome 0,25 - 2 gram pada sukarelawan pria sehat. Nilai Cmax antara 86,7 dan 97,4 mg/L setelah pemberian injeksi IV tunggal pada dosis cefpirome 1 gram dan antara 23,2 dan 30,6 mg/L 2 jam setelah pemberian IM dengan dosis pemberian yang sama (cefpirome 1 gram). Estimasi bioavailabilitas cefpirome setelah pemberian IM adalah 91,6 dan 97,6%. Tidak ada akumulasi obat yang jelas setelah pemberian cefpirome 1-2 gram setiap 12 jam selama lebih dari 5,5 hari.

Volume distribusi pada waktu tunak (steady-state) adalah antara 15,3 dan 21,3 L dan sekitar 8-12% obat terikat dengan protein plasma.

Sekitar 80% dari dosis pemberian cefpirome dieliminasi lewat urin dalam bentuk utuh setelah 48 jam pada sukarelawan sehat. Secara normal, bersihan renal total adalah sekitar 6,6-10,6 liter/jam dan kecepatan bersihan renal berkisar antara 4,9-6,7 liter/jam. Waktu paruh eliminasi rata-rata (tβ) cefpirome antara 1,7-2,3 jam.

Bersihan total tubuh dan renal berkurang secara bermakna, dan area under curve serta tβ meningkat secara bermakna pada pasien gagal ginjal tingkat menengah sampai berat [bersihan kreatinin (CLCR) liter/jam] dibandingkan dengan sukarelawan sehat dan pasien dengan gagal ginjal ringan. Sekitar 48% obat dipindahkan dari tubuh saat proses hemodialisis selama 4 jam dan eliminasi cefpirome tertunda selama continuous ambulatory peritoneal dialysis (CAPD). Pada pasien usia lanjut, tβ berkorelasi dengan derajat kerusakan ginjal.

 

Indikasi

CEFRIN diindikasikan untuk terapi infeksi, baik sebelum organisme penyebab infeksi diketahui ataupun yang disebabkan oleh bakteri yang sensitif, seperti:

  • Infeksi saluran pernapasan bagian bawah (bronkopneumonia dan pneumonia lobaris).

  • Komplikasi infeksi saluran kemih bagian atas (pyelonephritis) dan infeksi saluran kemih bagian bawah.

  • Infeksi kulit dan jaringan lunak (selulitis, abses kulit dan luka terinfeksi).

  • Infeksi pada pasien neutropenik.

  • Bakteremia/septikemia.

  • Infeksi-infeksi berat, dari yang tercantum di atas.

 

Kontraindikasi

Hipersensitif terhadap sefalosporin.

 

Dosis dan cara pemberian

CEFRIN digunakan dengan rute parenteral. Dosis, cara pemberian dan lama terapi tergantung pada tingkat keparahan infeksi, sensitivitas patogen, kondisi pasien dan fungsi ginjal.

  • Cara pemberian

Intravena: kandungan 1 atu 2 g dari 1 vial CEFRIN dilarutkan dalam 10 atau 20 ml aqua steril untuk injeksi, kemudian diinjeksi selama lebih dari 3-5 menit ke dalam vena atau ke dalam bagian distal dari tutup klem tube infus. Untuk pasien gagal fungsi ginjal, 0,25 atau 0,5 g CEFRIN dilarutkan dalam 2-5 ml aqua steril untuk injeksi.

Infus IV singkat: kandungan 1 atau 2 g vial CEFRIN dilarutkan dalam 100 ml aqua steril untuk injeksi dan kemudian diinfuskan selama 20-30 menit.

Larutan infus yang dapat digunakan adalah 0,9% larutan NaCl, larutan ringers, infus standar elektrolit, larutan glukosa 5% dan 10%, larutan fruktosa 5%, larutan glukosa 6% + larutan NaCl 0,9%.

  • Dosis

Dosis yang dianjurkan untuk pasien yang menderita infeksi sedang sampai berat dan fungsi ginjalnya normal:

 




Indikasi

Dosis Unit (g)

Interval Dosis (jam)

Total dosis per hari (g)

  • Komplikasi infeksi saluran kemih bagian atas dan bawah

1,0

12

2,0

  • Infeksi kulit dan jaringan lunak

1,0

12

2,0

  • Infeksi saluran pernapasan bagian bawah

1,0 / 2,0

12

2,0 / 4,0

  • Bakteremia/septikemia dan infeksi berat

2,0

12

4,0

  • Infeksi pada pasien netropenik

2,0

12

4,0

 

 

Untuk infeksi saluran kemih, kulit dan jaringan lunak, dosis unit dapat ditingkatkan menjadi 2 g pada kasus yang sangat berat.

 

Lanjut usia: Tidak ada syarat khusus yang dibutuhkan, kecuali bila mengalami gagal ginjal.

 

Anak-anak: Tidak ada cukup data untuk dosis lazim bagi anak usia <12 tahun. Karenanya, CEFRIN tidak dianjurkan untuk kelompok usia ini.

 

Dosis bagi pasien gagal fungsi ginjal:

Cefpirome diekskresi terutama lewat ginjal. Dosis untuk pasien yang gagal fungsi ginjal harus dikurangi sebagai kompensasi dari lambatnya ekskresi. Dosis yang dianjurkan adalah sebagai berikut:

 



Bersihan kreatinin

Dosis untuk fungsi ginjal normal

> 50 ml/menit

1 g 2 kali sehari

2 g 2 kali sehari

 

Dosis penyesuaian

 

Dosis awal 1 g

Dosis awal 2 g

 

Dosis selanjutnya:

Dosis selanjutnya

20-50 ml/menit

0,5 g 2 kali sehari

1 g 2 kali sehari

5-20 ml/menit

0,5 g 1 kali sehari

1 g 1 kali sehari

<5 ml/menit

0,5 g sehari 0,25 g

1 g sehari 0,5 g

(pasien hemodialisa)

segera setelah dialisis

segera setelah dialisis

 

 

Efek samping

Selama terapi dengan sefalosporin dapat terjadi efek samping sebagai berikut:

  • Reaksi hipersensitivitas

Reaksi alergi kulit, gatal-gatal, urtikaria, pruritus, drug fever, reaksi alergi akut yang parah (anafilaksis), angioedema dan bronkospasme, sehingga memerlukan penanganan secepatnya. Seperti sefalosporin lainnya, reaksi terisolasi yaitu reaksi bullous seperti eritema multiformis, sindrom Steven-Johnson, nekrolisis epidermal toksik pernah dilaporkan.

  • Efek pada saluran gastrointestinal

Nausea dan vomiting; diare; pada kasus yang sangat jarang terjadi, kolitis pseudomembran (lihat peringatan dan perhatian untuk penggunaan).

  • Efek pada fungsi ginjal

Sedikit peningkatan pada kreatinin dan urea serum dapat terjadi, tapi jarang terjadi sampai terapi tidak dilanjutkan. Nefritis interstisial sangat jarang ditemukan selama terapi dengan sefalosporin lainnya. Gagal ginjal yang sangat jarang bisa terjadi.

  • Efek pada fungsi hati

Peningkatan pada enzim hati dalam serum (contohnya: ASAT (GOT), ALAT (GPT), alkalin fosfatase), Gamma GT, LDH dan/atau bilirubin. Hasil laboratorium yang tidak normal ini juga dapat dijelaskan dengan infeksi, serta jarang meningkat 2 kali lipat dari range normal dan mendatangkan kerugian pada hati, biasanya kolestasis dan yang paling sering asimptomatik.

  • Perubahan dalam konstituen darah

Trombositopenia, eosinofilia dan anemia hemolitik (sangat jarang terjadi). Seperti antibiotik golongan b-laktam lainnya, granulositopenia dan agranulasitosis (sangat jarang) dapat meningkat selama terapi dengan CEFRIN, terutama jika diberikan dalam waktu yang lama. Terapi lebih dari 10 hari, jumlah darah harus dimonitor (lihat peringatan dan perhatian untuk penggunaan).

  • Reaksi lokal

Inflamasi dari iritasi dinding vena dan sakit pada tempat injeksi.

  • Efek neurologis

Pada kasus yang sangat jarang, konvulsi pernah dilaporkan. Seperti halnya sefalosporin lainnya, ensefalopati reversibel dapat terjadi pada terapi dengan dosis tinggi, khususnya pada pasien dengan insufisiensi ginjal.

  • Superinfeksi

Seperti sefalosporin lainnya, CEFRIN, terutama pada penggunaan jangka lama dapat menyebabkan pertumbuhan berlebihan dari organisme yang tidak rentan/peka termasuk moniliasis (kandidiasis). Kondisi pasien perlu dievaluasi lagi. Jika infeksi terjadi lagi, harus diberikan sesuai dosis yang dibutuhkan.

  • Efek samping lainnya

Rasa dan/atau gangguan sementara pada rasa setelah injeksi, sakit kepala dan demam.

 

Peringatan dan Perhatian

  • Fungsi ginjal

Hati-hati penggunaan cefpirome bersama dengan aminoglikosida atau obat-oabt diuretik. Fungsi ginjal perlu dimonitor pada setiap pemberian.

  • Insufisiensi ginjal

Dosis CEFRIN harus disesuaikan dengan klirens kreatinin.

  • Pseudomembran colitis

Pada beberapa kasus, diare berat dan persisten pernah terjadi selama pemberian dan sesudah terapi dengan antibiotik dari golongan yang berbeda. Ini bisa menyebabkan kolitis pseodomembran yang simptomatik (pada kebanyakan kasus berhubungan dengan Clostridium difficile) yang bisa berakibat fatal. Ini adalah komplikasi yang jarang terjadi pada pemakaian sefalosporin. Jika ditemukan dalam diagnosa ditemukan kolitis psudomembran, dipastikan dengan sigmoidoskopi, terapi CEFRIN harus dihentikan secepatnya dan mulai dengan terapi antibiotik yang spesifik (contohnya vankomisin atau metronidazol). Produk yang bisa menyebabkan stasis feses dikontraindikasikan.

  • Sensitivitas silang

Ditemukan ada alergi silang antara penisilin dan sefalosporin pada 5-10% kasus, penggunaan CEFRIN harus diberikan ekstra hati-hati pada pasien yang sensitif terhadap penisilin. Perlu berhati-hati pada saat pemberian pertama kali.

Reaksi anafilaksis pada 2 golongan antibiotik ini dapat menjadi serius bahkan fatal.

Jika reaksi hipersensitivitas muncul, maka terapi dengan CEFRIN harus dihentikan.

  • Konstituen darah

Untuk pengobatan yang lamanya lebih dari 10 hari, jumlah darah harus dimonitor dan pada kasus dimana berkembang netropenia, maka sebaiknya terapi tidak dilanjutkan.

  • Kehamilan dan masa menyusui

Studi invitro menunjukkan bahwa cefpirome dapat melewati plasenta mahluk hidup, karena itu CEFRIN tidak boleh digunakan selama masa kehamilan. Evaluasi pada studi eksperimen binatang menunjukkan bahwa secara langsung maupun tidak langsung efek yang buruk dapat terjadii pada proses reproduksi, perkembangan embrio atau janin, masa kehamilan serta perkembangan perinatal dan postnatal.

CEFRIN juga diekskresikan dalam air sus ibu, sehingga pasien dapat memilih untuk tidak melanjutkan terapi dengan cefpirome atau pemberian air susu ibu dihentikan.

  • Efek pada kemampuan mengemudi dan menggunakan mesin

Tidak ada bukti bahwa CEFRIN berpengaruh pada saat mengemudi dan menjalankan mesin.

 

Interaksi Obat

  • Interaksi obat dengan CEFRIN belum diselidiki. Walaupun tidak ada bukti bahwa dapat menyebabkan efek samping pada fungsi ginjal pada dosis terapetik normal, namun antibiotik sefalosporin berpotensi dalam menyebabkan efek nefrotoksik (contohnya aminoglikosida) jika diberikan secara bersamaan.

  • Probenesid

Dapat mengganggu transfer tubulus ginjal dan menunda ekskresi CEFRIN serta meningkatkan konsentrasi obat dalam plasma.

  • Hasil uji positif palsu pada uji Coombs dapat terjadi pada kasus yang jarang selama terapi dengan cefpirome. Selama terapi, glikosuria perlu ditetapkan dengan metode enzimatik karena metode non enzimatik dapat menyebabkan hasil positif palsu.

  • CEFRIN dapat menyebabkan creatinine-like reaction pada pemeriksaan kreatinin dengan menggunakan metode picrate. Dianjurkan untuk menggunakan metode enzim untuk menghindari kesalahan pada pemeriksaan kreatinin. Jika metode enzim tidak bisa dilakukan, samping darah harus dilakukan secepatnya sebelum pemberian CEFRIN selanjutnya karena jika dosis anjuran dan interval dosis diikuti, jumlah serum dalam cefpirome pada saat itu diharapkan akan berada di bawah batas interferensi.

 

Overdosis

Pada kasus overdosis, biasanya pada pasien dengan gangguan fungsi ginjal dapat muncul ensefalopati. Ensefalopati biasanya reversibel apabila suatu waktu level obat dalam plasma menurun. Level serum dari CEFRIN dapat dikurangi dengan dialisis peritoneal dan hemodialisis. Kira-kira 50% CEFRIN yang ada dalam tubuh dieliminasi dalam waktu 4 jam selama proses hemodialisis.

 

HARUS DENGAN RESEP DOKTER

 

SIMPAN DI TEMPAT KERING.

PADA SUHU DI BAWAH 25oC.

TERLINDUNG DARI CAHAYA.

 

Kemasan dan No. Reg.

Kotak, 1 vial @ 1000 mg. No. Reg. DKL0305034344A1

Kotak, 1 vial @ 2000 mg. No. Reg. DKL0305034344B1