Maret, 2 2017

Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia memberikan penghargaan kategori pelaku usaha kepada PT Dexa Medica, di Balai Kartini, pada Selasa, 28 Februari 2017. Penghargaan tersebut diberikan Kepala BPOM RI, Penny K. Lukito dan diterima oleh Direktur Dexa Laboratories of Biomolecular Sciences (DLBS), Raymond Tjandrawinata disaksikan oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Asman Abnur.

Penghargaan yang diterima merupakan apresiasi dari BPOM karena Dexa Medica telah mendukung pengembangan bahan baku ekstrak dan produk fitofarmaka. Turut hadir dalam acara tersebut President Director Dexa Medica, Ferry Soetikno.

Kepala BPOM RI menyampaikan bahwa penghargaan ini diberikan dengan semangat kemitraan kepada pihak-pihak baik dari kementerian/lembaga, instansi, pemerintah daerah, masyarakat, pelaku usaha, serta media yang selama ini berperan aktif turut melakukan pengawasan obat dan makanan di Indonesia.

Penghargaan dari BPOM merupakan kali kedua setelah sebelumnya di tahun 2015 menerima penghargaan Inovasi Pengembangan Obat Dalam Negeri. PT Dexa Medica sangat berkomitmen dalam pengembangan obat-obatan berstandar fitofarmaka. Empat dari delapan obat-obatan fitofarmaka di Indonesia telah diproduksi oleh PT Dexa Medica yakni Inlacin, Stimuno, Levitens, dan Resindex.

Dalam acara yang bertemakan “Membangun Inovasi dan Kemitraan Mendukung Peningkatan Efektivitas Pengawasan Obat dan Makanan” tersebut, Penny K. Lukito menyampaikan bahwa pihaknya akan mengoptimalkan dukungan dari segenap komponen bangsa terhadap aksi pengawasan obat dan makanan. “Karena itulah hari ini Badan POM kembali mengukuhkan kemitraan dengan berbagai instansi, sebagai bagian dari upaya peningkatan pengawasan obat dan makanan,” terangnya.

Kemitraan tersebut ditegaskan dalam penandatanganan nota kesepahaman dengan: (1) Kejaksaan Agung tentang Kerja Sama dan Koordinasi Dalam Rangka Mendukung Pelaksanaan Tugas dan Fungsi Badan POM, terutama penegakan hukum tindak pidana di bidang Obat dan Makanan; (2) Kementerian Desa, PDT, dan Transmigrasi untuk bersama memberdayakan masyarakat desa di bidang keamanan pangan; (3) Kementerian Dalam Negeri tentang Kerja Sama Pemanfaaatan Nomor Induk Kependudukan, Data Kependudukan, dan KTP Elektronik Dalam Lingkup Tugas Badan POM; dan (4) Asosiasi Pengelola Pasar Indonesia (Asparindo), untuk bekerja sama di bidang pengawasan dan pembinaan dalam rangka peredaran obat tradisional, kosmetik, suplemen kesehatan, dan pangan aman di Pasar Rakyat. Corporate Communications Dexa Medica