Press Release

Oktober, 3 2013

Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Ibu dr. Nafsiah Mboi, SpA, M.P.H. berkenan menyerahkan Ijin Industri Ekstrak Bahan Alam (IEBA) yang pertama di Indonesia serta meresmikan Fasilitas Produksi Bioactive Fraction, Dexa Laboratories of Biomolecular Sciences (DLBS), PT Dexa Medica di Kawasan Industri Jababeka II, Cikarang, Jawa Barat, pada Selasa, 20 Agustus 2013.

Dengan beroperasinya Fasilitas Produksi Bioactive Fraction DLBS, PT Dexa Medica ini, maka Industri farmasi Indonesia (industri farmasi swasta nasional) telah mampu memproduksi bahan baku aktif obat herbal (Bioactive Fraction). “Ini merupakan perusahaan farmasi pertama di Indonesia yang memproduksi bahan baku aktif obat herbal yaitu Bioactive Fraction,” kata Dr. Raymond R. Tjandrawinata, MS, MBA, FRSC, Direktur Eksekutif DLBS, PT Dexa Medica usai peresmian Fasilitas Produksi Bioactive Fraction di DLBS.

Fasilitas produksi DLBS ini telah memenuhi persyaratan Industri Ekstrak Bahan Alam (IEBA) sebagaimana yang terdapat pada Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 006 Tahun 2012, tentang Industri dan Usaha Obat Tradisional.

DLBS adalah suatu bagian dari PT Dexa Medica yang memiliki komitmen dalam kegiatan pencarian obat baru dengan sejumlah keunggulan antara lain; 1. Menggunakan Biodiversitas Indonesia, 2. Menggunakan Prinsip farmakologi modern serta pendekatan Biomolekular untuk mencari obat-bat baru, 3. Melakukan uji klinik untuk melengkapi medical-evidence sesuai prinsip Good Clinical Practice (GCP) serta melakukan uji pada hewan coba secara etis sesuai dengan sertifikasi AAALAC yang diterima DLBS, 4. Sarat muatan Intellectual Property Right (HaKI), 5. Produksi bahan baku obat herbal CPOTB-IEBA (Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik- Industri Ekstrak Bahan Alam), serta persyaratan internasional lainnya seperti ISO22000 dan HACCP.

Raymond R. Tjandrawinata menambahkan bahwa DLBS mendapatkan/memiliki tempat riset sendiri pada tahun 2007, dan sejak itulah kegiatan riset dengan menggunakan biodiversitas Indonesia dilakukan. DLBS memiliki visi menjadi organisasi berbasis riset yang diperuntukkan bagi penemuan, pengembangan, dan pembuatan produk-produk farmasetikal, biofarmasetikal, nutrasetikal. Sejak tahun 2011, produk hasil temuan DLBS berupa novel Bioactive Fraction, sudah dipasarkan oleh PT Dexa Medica yang telah memenuhi persyaratan Permenkes Nomor 006, Tahun 2012.

“Bahan baku obat yang dihasilkan oleh fasilitas produksi di DLBS ini merupakan hasil riset sendiri yang berasal dari biodiversitas dari Indonesia. Dimulai dari penelitian biomolekuler, percobaan famakologi hewan hingga uji klinis pada pasien-pasien di berbagai kota di Indonesia,” urai Raymond R. Tjandrawinata menjelaskan.

Keberhasilan DLBS, PT Dexa Medica memproduksi bahan baku aktif obat herbal ini, sekaligus ikut mendukung program pemerintah dalam hal Kemandirian Bahan Baku Obat Nasional. Selain itu, momentum ini juga memberikan nilai tambah bagi Indonesia karena bahan baku aktif obat herbal yang diproduksi oleh DLBS telah dipatenkan tidak hanya di Indonesia, namun juga di dunia internasional lewat skema Patent Cooperation Treaty.

Fasilitas produksi yang dimiliki DLBS telah melalui proses yang tervalidasi dalam sistem produksi dengan dukungan teknologi modern, telah tersertifikasi oleh Sistem Jaminan Halal (SJH) dengan nilai A, AAALAC International (Association for Assessment and Accreditation of Laboratory Animal Care International) dan sertifikasi ISO 22000:2005 (Sistem Manajemen Keamanan Pangan). Sedangkan fasilitas produksi barang jadi DLBS dibuat di fasilitas produksi PT Dexa Medica yang mendapatkan sertifikasi GMP (Good Manufacturing Practices), CPOTB (Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik), ISO 9001:2008, dan ISO 14001:2004.

Periset di DLBS mempelajari kandidat bahan aktif obat herbal dari aspek kimia dan biologi pada tingkat molekular melalui sebuah proses yang disebut TCEBS (Tandem Chemistry Expression Bioassay System). TCEBS merupakan suatu metodologi penyaringan sistematis untuk menemukan kandidat yang paling aktif dan berpotensi untuk produk yang tengah diteliti, diikuti bioassay system yang memanfaatkan teknik ekspresi gen dan protein array.

Produk-Produk DLBS
Sejumlah produk unggulan DLBS yang telah beredar antara lain; Inlacin, Redacid, Dismeno, Vitafem Free Me, dan Phalecarps.

Inlacin adalah obat oral anti diabetes untuk pasien yang menderita Diabetes tipe 2 (tidak bergantung pada Insulin). Inlacin bekerja dengan menurunkan resistensi insulin dan meningkatkan asupan glukosa oleh sel-sel. Inlacin, yang mengandung DLBS3233 dikembangkan dari Lagerstroemia speciosa dan Cinnamomum burmannii, yang bekerja meningkatkan sensitivitas asupan glukosa dan insulin. Selama pengujian klinis, Inlacin menunjukkan kemampuan dalam mengontrol gula darah, kadar insulin, dan lipoprotein lainnya termasuk High Density Lipoprotein (HDL), Low Density Lipoprotein (LDL), trigliserida, dan kadar kolesterol total.

Redacid untuk membantu meringankan gangguan pada lambung dengan mengurangi asam lambung dan berfungsi sebagai gastroprotector. Redacid mengandung Bioactive Fraction DLBS2411 yang difraksionasi dari herba Cinnamomum burmannii

Dismeno yang mengandung Bioactive Fraction DLBS1442 yang dikembangkan dari fraksi-fraksi Phaleria macrocarpa, bekerja dengan meregulasi reseptor estrogen dan progesteron, menurunkan regulasi gen inflamasi dan mencegah proliferasi pada jaringan endometriosis, yang secara efektif dapat mengatasi endometriosis. Dismeno juga dapat mengurangi nyeri menstruasi yang ditimbulkan endometriosis (dismenore sekunder).

Vitafem Free Me mengandung Bioactive Fraction DLBS1442 yang diindikasikan untuk Premenstrual Syndrome (PMS). Premenstrual syndrome dikarakterisasi dengan munculnya gejala emosi dan fisik selama fase sebelum terjadinya menstruasi. DLBS1442 dapat menurunkan rasa nyeri yang muncul sebelum dan selama menstruasi.

Phalecarps yang mengandung DLBS1425 telah dikembangkan dari Phaleria macrocarpa untuk mengobati kanker payudara dan kanker padat lainnya. Dengan kemampuannya sebagai anti-proliferatif, anti-inflamasi, dan anti-angiogenik, Phalecarps secara farmakologi baik untuk pengobatan kanker payudara serta kanker padat lainnya.

*****

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi :

Karyanto (Corporate Communications Manager). HP: 0811174496 PIN BB: 24CCB668. Email: karyanto@dexagroup.com