Press Release

November, 19 2013

Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Ibu dr. Nafsiah Mboi, Sp.A, M.PH. menyerahkan penghargaan ‘Ksatria Bakti Husada Arutala’- Penghargaan bagi perorangan/individu yang berjasa di Bidang Kesehatan kepada Pendiri PT. Dexa Medica, Drs. Rudy Soetikno, Apt pada 15 November 2013, di Jakarta International Expo dalam rangka Peringatan Hari Kesehatan Nasional ke-49 dengan tema “Menuju Indonesia Sehat dan JKN yang bermutu”. Hadir pula Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat Republik Indonesia, Agung Laksono dan Menteri Hukum dan HAM Republik Indonesia, Amir Syamsudin, SH, Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Prof. DR. Balthasar Kambuaya, MBA.

“Saya ucapkan terima kasih atas penghargaan yang sangat tinggi ini. Apresiasi ini akan memberikan motivasi yang lebih besar kepada perusahaan kami untuk terus berkontribusi dalam program pembangunan kesehatan nasional,” kata Pendiri PT Dexa Medica, Drs.Rudy Soetikno, Apt. usai menerima penghargaan.

Penghargaan ini sangat bermakna dan merupakan hasil jerih payah Dexa Medica dalam mewujudkan filosofi perusahaan “Expertise for the Promotion of Health”.

Kepeloporan Drs.Rudy Soetikno, Apt. diawali dengan mendirikan industri farmasi swasta nasional dengan beberapa rekan, yaitu; PT. Dexa Medica pada 1969 yang pada waktu itu ditujukan untuk membantu mengatasi kelangkaan obat-obatan. Sejak 1978 produk Dexa Medica telah didistribusikan ke-seluruh Indonesia. Setelah mendapat sertifikat CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik) pada tahun 1990, mulai tahun 1991- Dexa Medica memproduksi Obat Generik Berlogo (OGB).

Kini OGBdexa memiliki range produk yang lengkap, tersedia dalam berbagai bentuk sediaan dengan harga yang terjangkau. Terdiri dari hampir semua kelas terapi seperti; antihipertensi, antikolesterol, antidiabetes, antibiotika, antipiretik, antijamur, antivirus, antidepresi dan lain-lain. Hal ini, tentu saja sebagai bentuk partsisipasi mensukseskan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang akan diberlakukan mulai 1 Januari 2014.

Di bidang riset pengadaan bahan baku obat-obatan, komitmen Drs.Rudy Soetikno, Apt. diwujudkan dengan mendirikan laboratorium untuk mencari bahan baku obat alami yang diberi nama; Dexa Laboratories of Biomolecular Sciences (DLBS) PT Dexa Medica pada tahun 2005 di Cikarang, Jawa Barat. Keunggulan DLBS antara lain; Memanfaatkan keanekaragaman hayati/biodiversitas Indonesia, Mengimplementasikan prinsip Farmakologi & Bioteknologi, Melakukan uji klinik untuk melengkapi medical-evidence, Memproduksi bahan baku obat herbal berdasarkan CPOTB-IEBA (Cara Produksi Obat Tradisional yang Baik-Industri Ekstrak Bahan Alam), dan Sarat dengan Intellectual Property Right (HaKI).

Industri Ekstrak Bahan Alam (IEBA) DLBS PT Dexa Medica- merupakan IEBA pertama kali di Indonesia yang mendapat ijin dan diresmikan oleh Menteri Kesehatan RI., Ibu dr. Nafsiah Mboi, Sp.A, M.P.H. pada 20 Agustus 2013. Sejumlah produk DLBS Dexa Medica yang merupakan Bioactive Fraction- yang sudah dipasarkan antara lain; Disolf (obat untuk membantu memperbaiki sirkulasi darah), Inlacin (obat untuk membantu menurunkan kadar glukosa darah), Redacid (obat untuk membantu meringankan gangguan pada lambung), Dismeno (obat untuk membantu meringankan nyeri menstruasi), Phalecarps (obat untuk kanker dan perawatan kesehatan).

Dexa Medica juga mempelopori uji klinik obat-obat herbal Indonesia, dimulai dari produk STIMUNO yang diriset dan dikembangkan dari tanaman Phyllantus niruri (Meniran).

Dalam hal mendukung ekspor non migas, Dexa Medica termasuk salah satu perusahaan farmasi Indonesia pertama yang menerobos pasar ASEAN dan Afrika. Ekspor perdana dilakukan ke Myanmar tahun 1993, dan kini sudah melakukan ekspor ke 10 negara. Obat sakit kepala produk Dexa Medica, yaitu Boska merupakan salah satu market leader di Nigeria. Konsistensinya dalam melakukan ekspor obat, pemerintah memberikan ‘Primaniyarta Award 2005’ yang diserahkan oleh Presiden Republik Indonesia, Bapak Susilo Bambang Yudhoyono. Corporate Communications