OGB

 

Krim

Komposisi:
Tiap gram krim DESOXIMETASONE mengandung:
Desoximetasone 2,5 mg

Farmakologi:
Desoximetasone merupakan corticosteroid aktif yang khusus dikembangkan untuk penggunaan topikal, dengan efek yang nyata sebagai anti-inflamasi, antialergi, antieksudatif, antiproliferasi dan antipruritus.

Indikasi:
Mengurangi manifestasi inflamasi dan pruritus dari dermatitis yang berespon terhadap corticosteroid.

Kontraindikasi:
- Tidak untuk penggunaan pada mata.
- Pasien yang hipersensitif terhadap desoximetasone, serta corticosteroid lain dari jenis betamethasone.
- Krim desoximetasone mengandung parafin, yang dapat menyebabkan kebocoran pada kondom. Kontak antara krim desoximetasone dan kondom lateks harus dihindarkan, karena daya proteksi kondom dapat hilang.
- Pasien dengan reaksi kulit sebagai hasil dari vaksinasi, manifestasi kulit akibat vaksinasi, tuberkulosis, sifilis, infeksi virus (contoh: cacar air), rosacea, dan dermatitis perioral, tidak boleh menggunakan corticosteroid topikal, karena kondisi tersebut berisiko memburuk.
- Selama hamil dan menyusui, pemakaian krim desoximetasone pada area yang luas dikontraindikasikan karena risiko penyerapannya. Bagaimanapun, bila ada alasan medis yang penting, pemakaian krim desoximetasone dapat dilakukan pada area kecil kulit.

Dosis dan cara pemberian:
Dosis umumnya berdasarkan petunjuk berikut dan ditentukan oleh dokter sesuai dengan kebutuhan individu pasien:

Krim desoximetasone harus diberikan setipis mungkin pada area yang sakit sekali atau dua kali sehari. Bila memungkinkan, krim desoximetasone harus digosokkan perlahan pada kulit. Setelah lesi kulit membaik, frekuensi pemakaian dapat dikurangi, misalnya dari dua kali sehari menjadi satu kal sehari. Pemakaian pada area yang luas (kurang lebih >10% permukaan tubuh) dan terapi yang lama (kurang lebih >4 minggu) harus dihindari. Keduanya memiliki risiko efek corticosteroid sistemik; sebagai tambahan, terapi yang lama juga berhubungan dengan risiko efek lokal yang lebih besar.

Kesalahan dosis: penyimpangan jangka pendek dari dosis yang telah ditentukan (pemakaian pada area yang terlalu luas atau jumlah yang berlebihan, pemakaian yang terlalu sering, atau lupa 1 kali pemakaian) tidak akan menimbulkan efek yang membahayakan. Bila gejala yang tidak diinginkan muncul, berkonsultasilah dengan dokter.

Efek samping:
- Folikulitis, hipertrikosis, akne, hiper- atau-hipopigmentasi, teleangiektasi, stria distensi, atrofi kulit dan maserasi kulit, rasa terbakar, gatal, iritasi, kulit lebih kering, dermatitis perioral, dermatitis kontak alergi dan infeksi sekunder dapat timbul pada area kulit yang mendapat terapi. Efek-efek ini terutama timbul bila terapi lama dan menggunakan pakaian ketat.

- Krim desoximetasone menimbulkan reaksi hipersensitif kulit lokal yang jarang pada beberapa kasus.

- Efek corticosteroid sistemik dapat timbul bila krim desoximetasone digunakan pada area yang luas, terapi yang lama (lihat bagian Dosis dan cara pemberian) atau menggunakan pakaian ketat.

- Hubungi dokter apabila menemukan efek samping yang tercantum di dalam leaflet atau adanya efek samping yang tidak diinginkan atau perubahan yang tidak diinginkan (seperti perubahan pada kulit).

Peringatan dan perhatian:
- Krim desoximetasone hanya digunakan pada bayi atau anak <6 tahun bila ada alasan medis yang memaksa, karena kelompok usia ini memiliki risiko peningkatan efek sistemik karena absorpsi corticosteroid (contohnya retardasi pertumbuhan). Bila pemakaian tidak dapat dihindarkan, pemakaian harus dibatasi pada dosis minimum yang diperlukan untuk keberhasilan terapi.

- Pada dewasa, pemakaian krim desoximetasone pada area kulit yang luas dapat dilakukan dalam keadaan tertentu. Pada kasus-kasus tersebut, terutama pemakaian yang lama, kemungkinan supresi adrenal harus diperhitungkan. Sehingga pasien harus dievaluasi secara periodik untuk kejadian supresi aksis HPA (hipotalamus-pituitary-adrenal) dengan menggunakan tes stimulasi ACTH dan cortisol urine bebas. Bila kejadian ini timbul, penghentian pemakaian krim desoximetasone secara rutin dapat dilakukan atau menggantinya dengan steroid yang kurang kuat.

- Setelah beberapa waktu, peningkatan tekanan intraokular dapat terjadi bila corticosteroid topikal dosis kecil kontak berulang dengan sakus konjungtiva. Oleh karena itu, penggunaan jangka panjang krim desoximetasone pada daerah sekitar mata, harus didahului oleh pertimbangan risiko dan manfaat dan harus dilakukan dibawah pengawasan dokter. Untuk alasan ini, bila terjadi iritasi pada pemakaian krim desoximetasone yang lama di sekeliling mata, corticosteroid topikal harus dihentikan dan terapi yang sesuai harus diberikan.

- Krim desoximetasone hanya digunakan untuk terapi simtomatik infeksi kulit bakteri dan/atau jamur dikombinasi dengan terapi antibakteri atau antijamur secara bersamaan. Bila respon yang diinginkan tidak segera tercapai, corticosteroid harus dihentikan sampai infeksi telah terkontrol secara adekuat.

Overdosis:
Sehubungan dengan absorpsi desoximetasone dalam jumlah besar, efek sistemik corticosteroid mungkin muncul. Terutama setelah penggunaan krim desoximetasone, pada area kulit yang luas atau untuk penggunaan jangka panjang. Pada kasus ini, dosis harus dikurangi atau pengobatan dihentikan sama sekali. Apabila terjadi supresi adrenal, harus dipertimbangkan penghentian pengobatan secara bertahap.

Kemasan dan nomor registrasi
Kotak, tube @ 15 g;

HARUS DENGAN RESEP DOKTER

SIMPAN PADA SUHU DI BAWAH 30°C

Diproduksi oleh:
PT Ferron Par Pharmaceuticals

Cikarang-Indonesia

Untuk:
PT Dexa Medica