OGB

 

Injeksi

Komposisi:
Tiap ml mengandung:
Dobutamine hydrochloride setara dengan Dobutamine 50 mg

Farmakologi:
Dobutamine merupakan amina simpatomimetik yang mempunyai efek stimulasi yang kuat pada reseptor-β1 dan efek yang lemah pada reseptor-β2 dan reseptor α1 di jantung. Dobutamine secara langsung menstimulasi reseptor β1 di jantung untuk meningkatkan kontraktilitas miokard dan isi sekuncup, yang akan menyebabkan peningkatan curah jantung. Aliran darah koroner dan konsumsi oksigen miokard biasanya meningkat karena terjadi peningkatan kontraktilitas miokard. Tidak seperti dopamine, dobutamine tidak menyebabkan pelepasan norepinefrin endogen. Dobutamine mengurangi peningkatan tekanan pengisian ventrikel (pengurangan preload) dan memfasilitasi konduksi nodus atrioventrikel (AV).

Farmakokinetik:
Absorpsi:
Setelah pemberian secara intravena, mula kerja dobutamine timbul dalam waktu 2 menit. Konsentrasi plasma puncak dan efek obat terjadi dalam waktu 10 menit setelah pemberian awal infus hintravena.

Distribusi:
Tidak diketahui apakah dobutamine dapat melewati plasenta atau terdistribusi ke dalam air susu.

Eliminasi:
Waktu paruh plasma dobutamine kurang lebih 2 menit. Dobutamine dimetabolisme di dalam hati dan jaringan lain oleh catechol-Omethyltransferase menjadi senyawa inaktif, yaitu 3-O-methyldobutamine, dan terkonjugasi dengan asam glukuronat. Konjugat-konjugat dobutamine dan 3-O-methyldobutamine diekskresi terutama di dalam urin, dan dalam jumlah yang lebih kecil diekskresi di dalam feses.

Indikasi:
Membantu inotropik miokardium pada terapi gagal jantung kongestif akut atau syok kardiogenik.

Kontraindikasi:
Dobutamine dikontraindikasikan pada pasien dengan stenosis subaorta hipertrofik idiopatik atau pada pasien yang diketahui hipersensitif terhadap obat atau bahan-bahan yang terdapat di dalam formula.

Dosis dan cara pemberian:
Pemberian dobutamine secara infus intravena, dosis yang diberikan sebanyak 2,5-40 μg/kg/menit. Dosis lazimnya adalah 2,5-10 μg/kg/menit. Dosis harus disesuaikan secara individual berdasarkan pada denyut jantung dan irama jantung, tekanan darah dan diuresis. Toleransi parsial mungkin terjadi jika waktu pemberian infus melebihi 72 jam, dan pada kasus seperti itu dapat dilakukan peningkatan dosis.

Larutan steril untuk injeksi 250 mg/5 ml:
Dosis ditentukan sebagai berikut:

 

  Satu (1)Ampul Dua (2) Ampul Empat (4) Ampul
  250 mg dobutamine dalam 1000 ml larutan infus 500 mg dobutamine dalam 1000 ml larutan infus 1000 mg dobutamine dalam 1000 ml larutan infus
Dosis μg/kg/menit Kecepatan infus ml/kg/menit Kecepatan infus ml/kg/menit Kecepatan infus ml/kg/menit

2,5

5

7,5

10

12,5

15

0,01

0,02

0,03

0,04

0,05

0,06

0,005

0,01

0,015

0,02

0,025

0,03

0,0025

0,005

0,0075

0,01

0,0125

0,015

 

Nilai kecepatan infus berhubungan dengan setiap dosis, dikalikan dengan berat badan pasien. Oleh karena itu kecepatan infus adalah mililiter per menit.

Pelarutan:
Untuk infus: larutan steril untuk injeksi dilarutkan dalam larutanNaCl 0,9%, larutan glukosa 10%, atau Ringer Laktat. Jika disimpan pada suhu kamar, larutan infus yang sudah disiapkan stabil selama 24 jam, dan jika disimpan dalam lemari pendingin, stabil selama 30 jam.

Dobutamine tidak boleh dilarutkan dalam larutan alkali.

Peringatan dan perhatian:

  • Selama terapi dengan dobutamine, ECG dan tekanan darah harus dimonitor secara terus-menerus. Sebagai tambahan, tekanan pengisian jantung dan curah jantung juga harus selalu dimonitor setiap waktu bila memungkinkan.
  • Hipovolemia harus selalu dikoreksi sebelum melakukan terapi dengan dobutamine.
  • Dobutamine dapat menyebabkan timbulnya nyeri dada pada pasien dengan penyakit jantung koroner. Oleh karena itu, dosisnya harus dipertimbangkan dengan hati-hati.
  • Setelah terjadi infark miokard harus berhati-hati terhadap timbulnya takikardia dan inotropik yang berlebihan, karena keadaan ini dapat meningkatkan konsumsi oksigen miokard dan akibatnya, luas infark.
  • Dobutamine biasanya menyebabkan sedikit peningkatan pada tekanan darah sistolik (10-20 mmHg) dan denyut jantung (5-10 denyut/menit). Peningkatan tekanan darah tinggi yang tidak lazim pernah dilaporkan khususnya pada pasien dengan hipertensi arteri.
  • Kadang-kadang takikardia yang berlebihan dapat terjadi. Penghentian infus atau pengurangan kecepatan infus biasanya akan menormalkan kondisi dengan cepat.
  • Dobutamine dapat meningkatkan konduksi atrioventrikel. Oleh karena itu, harus berhati-hati pada saat menentukan dosis untuk pasien dengan fibrilasi atrium. Pasien ini sebaiknya diberi digitalis sebelum memulai terapi dengan dobutamine.
  • Dobutamine dapat menimbulkan aktivitas ventrikel ektopik.

 

Penggunaan pada anak-anak:
Keamanan dan efektifitas penggunaan dobutamine untuk anak-anak belum terbukti.

Penggunaan pada wanita hamil:
Karena selama ini dobutamine belum pernah diberikan kepada wanita hamil, pada setiap kasus dokter harus mempertimbangkan keuntungan dibandingkan dengan potensial risikonya.

Penggunaan pada wanita yang menyusui:
Tidak diketahui apakah dobutamine terdistribusi ke dalam air susu. Karena banyak obat-obatan yang terdistribusi ke dalam air susu, harus diperhatikan jika dobutamine diberikan kepada wanita yang menyusui. Jika wanita yang menyusui itu membutuhkan terapi dobutamine, pemberian air susu harus dihentikan selama terapi.

Efek samping:
Efek samping yang timbul pada dasarnya adalah tergantung pada dosis dan oleh karena itu dapat dikontrol dengan mengurangi kecepatan infus. Karena dobutamine hampir sempurna dieliminasi dalam waktu 10 menit, efek samping yang timbul akan segera hilang dengan cara pengurangan dosis atau penghentian infus. Mual, sakit kepala, palpitasi, sesak nafas, dan nyeri dada pernah dilaporkan sebagai efek samping yang paling umum terjadi.

Interaksi obat:
Pemberian bersamaan dobutamine dan nitroprusside akan meningkatkan curah jantung dan biasanya lebih mengurangi tekanan baji kapiler pulmonalis (pulmonary capillary wedge pressure) dibandingkan jika hanya diberikan salah satu dari kedua obat ini. Dobutamine dapat menjadi tidak efektif pada pasien yang baru diterapi dengan obat penghambat β adrenoreseptor. Pada kasus ini, tahanan vaskular perifer dapat meningkat.

Overdosis:
Pada keadaan overdosis, yang menunjukkan adanya perubahan tekanan darah atau takikardia, kecepatan infus harus dikurangi atau terapi dihentikan sampai pasien dalam keadaan stabil.

Kemasan dan nomor registrasi:
Kotak, 5 ampul @ 5 ml.

HARUS DENGAN RESEP DOKTER

SIMPAN PADA SUHU DI BAWAH 30°C, TERLINDUNG DARI CAHAYA

Diproduksi oleh:
PT Ferron Par Pharmaceuticals

Cikarang-Indonesia

Untuk:
PT Dexa Medica