News Update
» News Update Index
• Manajemen Pankreatitis Akut Berat
08-03-2010
Manajemen pankreatitis akut tergantung pada derajat penyakitnya. Pankreatitis akut ringan tidak perlu tindakan operatif, cukup terapi konservatif dan tidak perlu antibiotika. Sementara pankreatitis akut berat memerlukan perawatan khusus (bila perlu di ICU), karena memiliki risiko gagal organ multipel pada minggu pertama perjalanan penyakit.
Manajemen pankreatitis akut berat bersifat interdisipliner yang melibatkan intencivist, radiologist, endoscopist, dan dokter bedah. Manajemen penyakit ini meliputi: 1) terapi suportif, 2) dukungan nutrisi enteral, 3) antibiotika profilaktif, 4) intervensi nonbedah yang disebut dengan endoscopic retrograde cholangiopancreatography (ERCP), dan 5) pembedahan.
Terapi suportif, nutrisi enteral, dan pemberian antibiotik profilaktik dapat mengurangi morbiditas dan mortalitas pada pankreatitis nekrosis akut. Seiring dengan kemajuan di bidang radiologi dan endoskopi, intervensi tindakan bedah pun dapat diminimalisasi dengan ERCP. Tindakan bedah baru diindikasikan apabila terjadi: pankreatitis nekrotik akut terinfeksi, pankreatitis nekrotik steril dengan pankreatitis akut fulminan, dan pankreatitis akut dengan perdarahan usus.
Pankreatitis akut terjadi akibat proses autodigesti jaringan pankreas oleh enzim yang dihasilkan pankreas sendiri. Patogenesisnya sangat kompleks dan multifaktorial. Terjadinya pankreatitis akut diawali dengan adanya jejas di sel asini pankreas yang dapat disebabkan oleh: obstruksi duktus pankreatikus, stimulasi hormon cholecystokinin yang akan mengaktivasi enzim pankreas, atau karena iskemia sesaat yang dapat meningkatkan degradasi enzim pankreas.
Sekitar 80% perjalanan klinis pankreatitis akut bersifat ringan dengan mortalitas 1%, dan sebanyak 10-20% berkembang menjadi pankreatitis akut berat dengan risiko mortalitas 20-50%. Komplikasi pankreatitis akut berat dapat bersifat lokal (abses, nekrotik, pseudocyst) atau bersifat sistemik (gagal organ multipel).
Sumber: Dexa Media, edisi April-Juni 2006, hal. 99