News Update
» News Update Index
• Penatalaksanaan Gagal Jantung Diastolik
11-03-2010
Gagal jantung diastolik berbeda dengan gagal jantung sistolik dalam hal patogenesis, prognosis, dan penanganannya. Dokter perlu mengkombinasikan informasi klinis dan ekokardiografi untuk mengkategorikan pasien gagal jantung diastolik. Ini dilakukan mengingat gagal jantung diastolik tidak dapat dibedakan dari gagal jantung sistolik baik secara klinis maupun radiografi.
Gagal jantung diastolik merupakan suatu sindroma klinis yang ditandai dengan keluhan dan tanda gagal jantung di mana fungsi sistolik ventrikel kiri normal (ejeksi fraksi >45%), sementara fungsi diastoliknya abnormal. Angka kejadian gagal jantung diastolik diperkirakan mencapai 40-60% dari pasien gagal jantung kongesti. Pasien ini mempunyai prognosis yang lebih baik dibanding gagal jantung sistolik.
Terapi farmakologi yang merupakan pilihan untuk gagal jantung diastolik antara lain angiotensin converting enzyme (ACE) inhibitors, angiotensin reseptor blockers (ARB), diuretics dan beta blockers.
ACE inhibitor dan ARB secara langsung mempengaruhi compliance dan relaksasi otot jantung dengan menghambat produksi atau memblok reseptor angiotensin II, dengan mengurangi cadangan kolagen interstitial dan fibrosis. Diuretik efektif dalam penanganan optimal volume intravaskular dan mengurangi sesak nafas, serta mencegah gagal jantung akut pada pasien dengan disfungsi diastolik.
Beta blocker terbukti bermanfaat dalam mengurangi tekanan darah dan iskemia otot jantung, mengurangi hipertropi ventrikel kiri dan mengurangi stimulasi adrenergik berlebihan selama gagal jantung. Beta blocker dapat memperbaiki harapan hidup pada pasien dengan gagal jantung diastolik, khususnya bila terdapat hipertensi, penyakit arteri koroner atau aritmia.
Dikutip dari artikel yang berjudul Diagnosis dan Penatalaksanaan Gagal Jantung Diastolik, ditulis oleh L. Liza Nellyta (Alumni FKUP/RSHS) dan Eko Purnomo (RSPAD Gatot Subroto), seperti dimuat di majalah Dexa Media, edisi Oktober-Desember 2006, hal. 196. Artikel selengkapnya dapat ditemukan di http://www.dexa-medica.com/supportandservices/healthcareprofessionals/